Jurnal Aradha bertujuan mempublikasikan hasil-hasil penelitian/karya ilmiah secara interdisiplin dan interreligius dalam bidang kajian filsafat keilahian, kajian konflik, dan perdamaian sebagai upaya mengembangkan metodologi serta pemikiran baru ilmiah aktual dalam kesadaran konteks masyarakat pluralistik di Indonesia. Artikel yang diterbitkan meliputi analisa terhadap teks-teks keagamaan, spiritualitas, analisa tentang konflik dan kekerasan, transformasi konflik, gerakan/pendidikan perdamaian, pemikiran filsafat, seni, dan teologi perdamaian, yang kesemuanya ditinjau berdasarkan kajian metodologi teologi praktis dan interkultural. Kata Aradha memiliki arti yang beragam merujuk pada berbagai sumber. Arti pertama adalah ‘perdamaian’, kedua berarti ‘menyembah’ (worship). Namun keduanya sebenarnya mengandung suasana spiritual (karakter batin) yang sama. Sikap/tindakan menyembah juga menghadirkan suasana damai serta secara aktif berpihak pada perwujudan hidup cinta kasih didasarkan pada refleksi mendalam dalam relasi dengan diri, sesama, dan TUHAN. Jurnal Aradha terbit tiga kali setahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September