SHAMANISME DAN KESURUPAN

Teologi Demonik: Eksplorasi Demonologi Sosial dengan Demonologi Spiritis dalam Perspektif Non-Barat dan Implikasi Pastoral Lintas Budaya dan Agama

  • Fiktor Jekson Banoet Mahasiswa

Abstract

Abstract


As a social and cultural phenomenon, shamanism and possession are often mistakenly understood. The point of view at issue in these two forms of demonology is how we monitor the beginning of its proposition, not just the preposition that departs from the practice of pastoral, but its context-based epistemology. This is due to the difference in the peculiarities of the counseling model in the West and the East, especially Asia. Second, from theological heritage, we rarely understand both phenomena from demonology theology. Third, this paper aims to clarify the pathology of understanding of shamanism and bleakness that is always chaotic, namely sharpening the diff erence between spiritist and social demonology, by using the cross-cultural dan religion-based pastoral.


 


Abstrak


Sebagai fenomena sosial dan kultural, shamanisme dan kesurupan sering dipahami secara keliru. Titik pandang yang menjadi persoalan pada dua bentuk demonologis tersebut ialah bagaimana kita memantau awal preposisinya, bukan hanya sekadar preposisi yang bertolak dari praktek pastoralia, tetapi dari epistemologinya yang berbasis konteks. Hal ini disebabkan ada perbedaan kekhasan model konseling di Barat dan di Timur, khususnya Asia. Kedua, dari sudut warisan teologi, kita jarang memahami kedua fenomena tersebut dari titik pandang teologi demonology. Ketiga, tulisan ini bertujuan untuk memperjelas patologi pemahaman atas shamanisme dan kesurupan yang selalu kaotik, yaitu menajamkan perbedaan antara demonologi spiritis dan sosial, dengan menggunakan bingai pastoral lintas budaya dan agama.

Published
2021-02-17
How to Cite
BANOET, Fiktor Jekson. SHAMANISME DAN KESURUPAN. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 19-37, feb. 2021. ISSN 2774-8588. Available at: <http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/534>. Date accessed: 08 mar. 2021. doi: https://doi.org/10.21460/aradha.2021.11.534.