Pembacaan Katakrestis: Sebuah Alternatif Pe(m/nyalah)bacaan Biblis Poskolonial

  • Risang Anggoro Elliarso

Abstract

Abstract

There are two evident detrimental propensities entrenched within essentialism which taint the ventures of contemporary biblical interpretation. The first is methodological antagonism, whereas the second is cultural binarism. In response to those propensities, in this article, I propose catachrestic reading as an alternative approach of postcolonial biblical interpretation. In catachrestic reading, one can pragmatically (mis)useboth elements of disparate methods of biblical interpretation and any given biblical texts to commence liberating and decolonizing interventions upon postcolonial situations and conditions. Thereupon, I argue that catachresticreading, characterized by its hybridity and eclectic nature, can both problematize those propensities and help biblical readers or interpreters to transcend them. Furthermore, without any slightest intention of formulating a normative, let alone rigorous, modus operandi of the approach, I also propose a fourfold progression of hermeneutics that one might employ in catachrestic biblical reading: (1) hermeneutics of suspicion, (2) hermeneutics of retrieval, (3) hermeneutics of seizure and inversion, and (4) hermeneutics of creative actualization. As a fi nale, to illustrate the fourfold progression in motion, I advance a brief catachrestic reading of Genesis 11:1-9.

 

Abstrak

Pada jagat penafsiran Alkitab kontemporer, terdapat dua kecenderungan detrimental yang berakar pada esensialisme. Kecenderungan yang pertama adalah antagonisme metodologis, sementara yang kedua adalah binaris mekultural. Sebagai tanggapan terhadap kecenderungan-kecenderungan tersebut, dalam artikel ini, saya mengajukan pembacaan katakrestis sebagai sebuah alternatif pendekatan penafsiran biblis poskolonial. Dalam pembacaan katakrestis, seseorang dapat secara pragmatis me(ng/nyalah)-gunakan baik anasir-anasir beragam metode penafsiran Alkitab serta sekalian teks Alkitab untuk melakukan intervensi-intervensi yang membebaskan dan mendekolonisasi terhadap pelbagai situasi serta kondisi poskolonial. Olehsebab itu, saya berargumentasi bahwa pembacaan katakrestis, yang dicirikan oleh hibriditas dan sifat eklektisnya, dapat menggugat kecenderungan-kecenderungan tersebut serta membantu para pembaca Alkitab untuk melampauinya. Lebih lanjut, tanpa bermaksud merumuskan sebuah modus operandi yang normatif, apalagi kaku, dari pendekatan tersebut, saya pun mengajukan empat langkah yang dapat ditempuh dalam sebuah pembacaan katakrestis atas teks Alkitab: (1) hermeneutik kecurigaan, (2) hermeneutik pengganjuran kembali, (3) hermeneutik perenggutan dan penyungsangan, dan(4) hermeneutik aktualisasi kreatif. Akhirnya, untuk memberikan gambaran bagaimana keempat langkah tersebut merupa, saya pun akan menghadirkan sebuah pembacaan katakrestis yang ringkas atas teks Kejadian 11:1-9.

Published
2015-10-31
How to Cite
ELLIARSO, Risang Anggoro. Pembacaan Katakrestis: Sebuah Alternatif Pe(m/nyalah)bacaan Biblis Poskolonial. Gema Teologi, [S.l.], v. 39, n. 2, oct. 2015. ISSN 08534500. Available at: <http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gema/article/view/198>. Date accessed: 17 oct. 2018.
Section
Articles

Keywords

esensialisme; antagonisme metodologis; binarisme kultural; hibriditas; poskolonialisme; penafsiran biblis poskolonial; pembacaan katakrestis; Kejadian 11:1-9