DIALOG DENGAN KEBUDAYAAN SEBAGAI TANTANGAN BAGI GEREJA-GEREJA: Pengaruh Kebudayaan dalam Hubungan antara “Gereja Arus Utama” dan Gerakan (Neo)-Pentakostal/Kharismatik

  • Kees de Jong UKDW, Yogyakarta

Abstract

Abstract

The author describes the possibilities for the dialogue between the “Main Stream Churches” (MSC) and the Charismatic Movements (CM), seenfrom the viewpoint of the Indonesian Culture. He starts with an explanation of the meaning of culture and the notions MSC and CM. Then he traces the relations between church, movement, and culture. Several aspects of the local Indonesian cultures get attention in the CM, such as: exorcism, prayer healing, anointing oil, and holy water. These aspects are almost empty in the MSC. A meeting point is pietisme and a mystical cosmic relation with God and nature. In CM normally one person is the fully responsible leader, minister, of the community. It is difficult to replace him. The MSC safeguard continuity of leadership. MSC and CM can enrich one another by a fruitful dialogue inspired by Indonesian culture.

 

Abstrak

Penulis membahas kemungkinan dialog antara “Gereja Arus Utama”(GAU) dan Gerakan Kharismatik (GK), dilihat dari sudut pandang budaya Indonesia. Dia memulai dengan penjelasan tentang arti budaya dan tentang arti GAU dan GK. Selanjutnya ia menelusuri hubungan antara gereja, gerakan, dan budaya. Beberapa aspek dari budaya lokal Indonesia mendapat perhatian khusus dalam GK, seperti: eksorsisme, doa penyembuhan, minyak urapan,dan air suci. Aspek-aspek ini hampir tidak diperhatikan di dalam GUA.Sebuah titik temu adalah pietisme dan hubungan kosmik mistis dengan Tuhan dan alam. Dalam GK biasanya satu orang sebagai gembala sidang adalah pemimpin dengan tanggung jawab penuh untuk semua kegiatan dalam jemaat. Ini sering kali halangan untuk menggantikannya. Sifat institusional GAU menjamin kontinuitas kepemimpinan. GAU dan GK dapat memperkayakan satu sama lain dengan dialog yang terinspirasi oleh budaya Indonesia.

Author Biography

Kees de Jong, UKDW, Yogyakarta
Lecturer in Faculty of Theology Duta Wacana Christian University
Published
2015-10-31
How to Cite
JONG, Kees de. DIALOG DENGAN KEBUDAYAAN SEBAGAI TANTANGAN BAGI GEREJA-GEREJA: Pengaruh Kebudayaan dalam Hubungan antara “Gereja Arus Utama” dan Gerakan (Neo)-Pentakostal/Kharismatik. Gema Teologi, [S.l.], v. 39, n. 2, oct. 2015. ISSN 08534500. Available at: <http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gema/article/view/200>. Date accessed: 23 feb. 2018.
Section
Articles

Keywords

gerakan-gerakan kharismatik; ” gereja arus utama”; kebudayaan Indonesia; dialog; kepemimpinan