PUBLICATION ETHICS

TATA PENERBITAN

Jurnal Gema Teologika merupakan jurnal blind-review yang diterbitkan secara periodik dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober). Jurnal Gema Teologika memublikasikan mempublikasikan karya-karya ilmiah di bidang disiplin ilmu teologi, terutama teologi kontekstual dan filsafat keilahian dalam konteks Indonesia dan Asia, yang dimaksudkan untuk merefleksikan berbagai konteks kehidupan sosio-kultural-religius.

Publikasi artikel dalam jurnal blind-review adalah merupakan bagian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Publikasi merupakan suatu pencerminan langsung atas kualitas hasil karya penulis dan institusi yang menaunginya. Artikel dari hasil blind-review mendukung dan mewujudkan pendekatan ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan suatu standar perilaku etika bagi semua pihak yang terlibat dalam publikasi: editor jurnal, reviewer, dan penulis.

Panduan ini diterjemahkan dan diadopsi berdasarkan kebijakan etik publikasi dari Elsevier.

 

STANDAR ETIS BAGI EDITOR

  1.      Keputusan Publikasi

Editor bertanggung jawab memutuskan artikel yang akan dipublikasikan dari artikel yang diterima. Keputusan ini didasarkan pada validasi atas artikel serta kontribusi artikel tersebut bagi peneliti dan pembaca. Dalam menjalankan tugasnya, Editor dipandu oleh kebijakan dari dewan editor dan tunduk pada ketentuan hukum yang perlu ditegakkan seperti pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme. Editor dapat berdiskusi dengan editor atau reviewer lainnya dalam pengambilan keputusan tersebut.

  1. Penilaian yang Obyektif

Editor melakukan evaluasi atas suatu naskah berdasarkan konten intelektualitasnya tanpa adanya diskriminasi dalam agama, etnis, suku, jenis kelamin, bangsa, dan lain-lain.

  1. Kerahasiaan

Editor dan staf editorial tidak boleh mengungkapkan segala informasi tentang naskah yang telah diterima kepada siapapun, selain penulis, reviewer, calon reviewer, dan dewan editor.

  1. Konflik Kepentingan

Materi artikel yang dikirim ke Jurnal Gema Teologika dan belum dipublikasikan tidak boleh digunakan untuk riset pribadi editor tanpa mencantumkan izin tertulis dari penulis. Informasi atau ide yang diperoleh melalui blind review harus dijaga kerahasiaanya  dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Editor harus menolak untuk meninjau naskah jika editor memiliki benturan kepentingan, yang disebabkan karena adanya hubungan kompetitif, kolaboratif, atau hubungan lainnya dengan penulis, perusahaan, atau institusi yang berhubungan dengan naskah tersebut.

  1. Kerjasama dalam Investigasi

Editor harus mengambil langkah responsif apabila terdapat keluhan terkait etika pada naskah yang telah diterima ataupun pada artikel yang telah dipublikasikan. Editor dapat menghubungi penulis naskah serta memberikan pertimbangan atas keluhan tersebut. Editor dapat juga melakukan komunikasi lebih lanjut kepada institusi atau lembaga riset terkait. Ketika keluhan telah teratasi, hal-hal seperti publikasi atas koreksi, penarikan, pernyataan keprihatinan, ataupun catatan lainnya, perlu dipertimbangkan untuk dilakukan.

 

STANDAR ETIS BAGI REVIEWER

  1. Kontribusi terhadap Keputusan Editor

Blind peer review membantu editor dalam mengambil keputusan serta dapat membantu penulis dalam memperbaiki tulisannya melalui komunikasi editorial antara reviewer dengan penulis. Peer review merupakan suatu komponen penting dalam komunikasi keilmuan formal (formal scholarly communication) dan pendekatan ilmiah.

  1. Ketepatan Waktu

Apabila reviewer yang ditugaskan merasa tidak memiliki kualifikasi untuk melakukan review atas suatu naskah atau mengetahui bahwa tidak mungkin untuk melakukan review dengan tepat waktu, reviewer yang ditugaskan harus segera memberitahukannya pada editor.

  1. Kerahasiaan

Setiap naskah yang telah diterima untuk direview harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Naskah tesebut tidak boleh diperlihatkan kepada atau didiskusikan dengan orang lain kecuali jika telah diotorisasi oleh editor.

  1. Obyektif

Review harus dilakukan secara objektif. Kritik yang bersifat pribadi atas penulis adalah tidak tepat. Reviewer harus menyampaikan pandangannya secara jelas disertai dengan argumen yang mendukung.

  1. Kelengkapan dan Keaslian Referensi

Reviewer harus mengidentifikasi karya publikasi yang belum dikutip oleh penulis. Suatu pernyataan tentang observasi atau argumen yang telah dipublikasikan sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Reviewer harus memberitahukan kepada editor atas kesamaan yang substansial atau overlap antara naskah yang sedang di-review dengan tulisan lainnya yang telah dipublikasikan, sesuai dengan pengetahuan reviewer.

  1. Konflik Kepentingan

Materi artikel yang belum  dipublikasikan tidak boleh digunakan dalam riset pribadi reviewer tanpa mencantumkan izin tertulis dari penulis. Informasi atau ide yang diperoleh melalui peer review harus dijaga kerahasiaanya dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Reviewer  harus menolak mereview  naskah jika reviewer  memiliki benturan kepentingan, yang disebabkan karena adanya hubungan kompetitif, kolaboratif, atau hubungan lainnya dengan penulis, perusahaan, atau institusi yang berhubungan dengan karya tersebut.

 

STANDAR ETIS BAGI PENULIS

  1. Standar Penulisan

Penulis harus menyajikan  makalah/artikel yang akurat atas penelitian yang dilakukan serta menyajikan diskusi yang obyektif atas signifikansi penelitian tersebut. Data penelitian harus disajikan secara akurat dalam artikel. Suatu artikel harus cukup terinci dengan referensi yang memadai untuk memungkinkan orang lain melakukan replikasi atas karya tersebut. Penipuan atau penyajian makalah yang tidak akurat merupakan perilaku tidak etis dan tidak dapat diterima.

  1. Akses Data Penelitian

Penulis dapat diminta untuk menyediakan data mentah atas tulisan yang akan direview dan harus dapat menyediakan akses publik atas data tersebut jika memungkinkan, serta harus dapat menyimpan data tersebut dalam jangka waktu yang wajar setelah publikasi.

  1. Orisinalitas dan Plagiarisme

Plagiarisme dalam semua bentuk merupakan perilaku tidak etis dalam publikasi karya ilmiah dan tidak dapat diterima. Penulis harus memastikan bahwa seluruh hasil kerja yang disajikan merupakan karya orisinil, dan jika penulis telah menggunakan pekerjaan dan/atau perkataan dari orang lain, maka penulis harus menyajikan kutipan secara tepat. Terdapat berbagai macam bentuk plagiarisme, seperti mengakui tulisan orang lain menjadi tulisan milik sendiri, menyalin atau menulis kembali bagian substansial dari karya orang lain tanpa menyebut sumbernya, serta mengklaim hasil penelitian yang dilakukan oleh orang lain. Self-Plagiarism atau oto plagiarisme adalah salah satu bentuk plagiarisme. Oto plagiarisme adalah mengutip hasil atau kalimat dari karya sendiri yang sudah dipublikasikan tanpa menyebutkan sumbernya.

  1. Ketentuan Pengiriman Tulisan

Penulis tidak boleh memublikasikan naskah yang sama pada lebih dari satu jurnal. Mengajukan naskah yang sama pada lebih dari satu jurnal merupakan perilaku tidak etis dalam publikasi karya ilmiah dan tidak dapat diterima.

  1. Pencantuman Sumber Referensi

Pengakuan dengan benar atas hasil karya orang lain harus selalu dilakukan. Penulis harus menyebutkan publikasi yang berpengaruh dalam penyusunan karyanya. Informasi yang diperoleh secara pribadi, seperti dalam percakapan, korespondensi, atau diskusi dengan pihak ketiga, tidak boleh digunakan atau dilaporkan tanpa izin tertulis dari sumber informasi tersebut.

  1. Kepenulisan

Penulis adalah orang yang telah memberikan kontribusi sigifikan terhadap konsepsi, desain, eksekusi, atau interpretasi atas tulisan di artikel. Semua pihak yang telah memberikan kontribusi signifikan dicantumkan sebagai co-author. Penulis korespondensi harus memastikan bahwa semua co-author telah dicantumkan dalam naskah, dan semua co-author telah membaca dan menyetujui versi akhir atas karya tersebut serta telah menyetujui pengajuan naskah untuk publikasi.

  1. Kesalahan dalam Tulisan yang Dipublikasikan

Ketika penulis menemukan kesalahan yang signifikan atau ketidaktepatan dalam karyanya yang telah dipublikasikan, penulis bertanggung jawab untuk segera memberitahukan hal tersebut kepada editor jurnal, serta berkerjasama dengan editor untuk menarik kembali atau memperbaiki tulisan tersebut. Jika editor memperoleh informasi dari pihak ketiga bahwa suatu karya publikasi mengandung kesalahaan yang signifikan, penulis bertangggung jawab untuk segera menarik kembali atau melakukan koreksi atas tulisan tersebut atau memberikan bukti kepada editor terkait ketepatan tulisan aslinya.

 

(English)

Gema Teologika is a blind-reviewed journal published periodically twice a year (April and October). Gema Teologika publishes scientific works in the discipline of theology, notably contextual theology, divinity studies, religious studies and philosophy of religion in Indonesian and Asian contexts. It is aimed at reflecting on various contexts of socio-cultural-religious life.

Articles published in a blind-review journal is an important part of science development. The Publication is a direct reflection of the writer’s work quality and the related institution. Articles resulted from the blind-review process support and embody the scientific approach. Therefore, an ethical standard is needed for all parties involved in the publishing: journal editor, reviewer, and writer.

ETHICAL STANDARD FOR EDITOR

  1. Publishing Decision

The editor is responsible for determining articles to be published. The decision is on the basis of validation upon the article as well as article’s contribution for researchers and readers. In doing his the job, an editor is guided by the policy of editor council and abiding the law needed to be upheld such as defamation, copyright violation, and plagiarism. Editor may discuss with the other editors or reviewers in the decision making process.

  1. Objective Assessment

The editor conducts evaluation on the article based on the intellectuality other content without any discrimination be it religious, ethnical, gender, racial, and others.

  1. Confidentiality

The editor and editorial staffs are prohibited from revealing any information about the received article to anyone aside from the writer, reviewer, reviewer candidate, and editor council.

  1. Conflict of Interest

An Article material sent to Gema Teologika and not yet published is prohibited to be used as editor’s personal research without attaching writer’s written permission. Information or idea obtained through blind review should be confidential and not used for personal interest. Shall the editor has conflicting interest due to competitive, collaborative, or other affiliation with the writer, corporation, or institution related to the article, he should refuse to review the article.

  1. Cooperation in Investigation

In the case of receiving complaints related to the ethic of an article that has been accepted or published, editor should take responsive steps. Editor may contact the article’s writer as well as proposing consideration upon the complaint. Editor may also make further communication to the related institution or research body. As the complaint solved, the publishing of the correction, withdrawing, concern expression, or other note need to be reconsidered to be done.

ETHICAL STANDARD FOR REVIEWER

  1. Contribution to Editor’s Decision

Blind-peerreview helps the editor in the decision making as well as the writer in revising his writing through editorial communication between the reviewer and writer. Peer review is an ultimate component in formal scholarly communication in scientific approach.

  1. Punctuality

In the case that the assigned reviewer does not feel qualified to review an article or capable in doing the review punctually, he should notify the editor immediately.

  1. Confidentiality

Every received article to be reviewed should be treated as a confidential document. The article should not be shown to or discussed with others, unless it is authorized by the editor.

  1. Objectivity

Review must be carried out objectively. Personal criticism upon the writer is not appropriate. Reviewer should deliver his view clearly supported by strong argument.

  1. Reference’s Completeness and Authenticity

Reviewer should identify the published work that is not yet cited by the writer. A statement about observation or argumentation that has been published before should attach relevant citation. Reviewer should notify the editor in the case of substantial similarity or overlap between the article being reviewed and other published works, according to the reviewer’s knowledge.

  1. Conflict of Interest

Article’s material that is not yet published is prohibited to be used as reviewer’s personal research without attaching writer’s written permission. Information or idea obtained through blind review should be confidential and not used for personal interest. Shall the editor has conflicting interest due to competitive, collaborative, or other affiliation with the writer, corporate, or institution related to the article, he should refuse to review the article.

ETHICS STANDARD FOR WRITER

  1. Writing Standard

A writer should present accurate paper/article upon the research conducted as well as present objective discussion on the significance of the research. Research data should be presented accurately through the article. The article should be well-elaborated with sufficient references that enables others to replicate the work. Fraud or inaccurate paper presentation is considered unethical and cannot be accepted.

  1. Research Data Access

A writer can be requested to provide the raw data of his work to be reviewed and should be able to make it accessible for public, if possible, as well as keep the data for normal period after it is published.

  1. Originality and Plagiarism

All form of plagiarism is considered unethical behavior in publishing scientific academic paper and therefore, cannot be accepted. A writer should assure that all the work presented is original, and if the writer has used the work and/or the saying of others, he should present the citation accurately. There are many forms of plagiarism, such as claiming other’s work as writer’s original work, copying, or rewriting substantial part of other’s work without mentioning the source, as well as claiming the research done by other. Self-Plagiarism is a form of plagiarism. Self-plagiarism is citing sentence or a result of writer’s own work that has been published without mentioning the source.

  1. Articles Sending Provisions

A writer cannot publish the same article to more than one journal. Proposing the same article to more than one journal is an unethical behavior in publishing scientific work and therefore cannot be accepted.

  1. Attaching Reference Sources

Appropriate acknowledgment of other’s work should always be done. A writer should acknowledge the publishing that contributes to his work. Information obtained personally, such as in the conversation, correspondence, or discussion with third party, should not be used or reported without the written permission of the informant.

  1. Writing Authorship

A writer is a person who has made a significant contribution to the conception, design, execution, or interpretation of a writing in the article. All parties who manage to make significant contribution are mentioned as co-authors. Correspondence writer should assure that all co-authors have read and approved the final version of the work as well as approved the article publishing proposal.

  1. Fault in the Published Writing 

If the writer finds any significant faults or inappropriateness in his work that has been published, a writer is responsible for reporting the issue to the journal editor, and cooperate with the editor to withdraw or revise the work. If the editor gets any information from the third party that a published work contains significant fault, the writer should withdraw or correct the work or present evidence to the editor to support the appropriateness of his original writing.