Bukan Jalan Buntu, Melainkan Setapak Terjal: Sebuah Apresiasi Kritis terhadap Sumbangsih Teori Kultural-Linguistik Lindbeck bagi Penumbuhkembangan Dialog Antaragama yang Autentik

  • Risang Anggoro Elliarso

Abstract

Abstract


Advancing from his criticism against two principal theological theories of religion, namely (1) cognitive-propositional theory and (2) experiential-expressive theory, George A. Lindbeck proposes his cultural-linguistic theory as an alternative theory which is deemed more adequate in comprehending plurality of religions. Regrettably, for some, Lindbecks theory is considered rather as a closure to any interreligious dialogue, as a consequence of its superfluous emphasis on the incommensurability and untranslability amongst different religions. Therefore, within this modest article, taking into account several insights from postcolonial studies, I try to venture a critical appreciation on how Lindbecks cultural-linguistic theory might contribute to the endeavour of fostering constructive, authentic, and profound interreligious dialogue. I attempt to argue that Lindbecks cultural-linguistic theory, instead of imparting a cul-de-sac to any interreligious dialogue, actually lay bare a path for the dialogue. A path which is, whilst hard and steep, viable.


 


Abstrak


Bertolak dari kritiknya terhadap dua tipe utama teori teologis mengenai agama, yakni:(1) teori kognitif-proposisional dan (2) teori eksperiensial-ekspresif, George A. Lindbeck mengajukan teori kultural-linguistik sebagai sebuah teori alternatif yang lebih memadai dalam rangka mempermaknai pluralitas agama. Sayangnya, bagi sebagian pihak, teori yang diajukan Lindbeck tersebut dipandang justru menutup pintu bagi dialog antaragama,karena terlalu menekankan ketaksepadanan dan ketakterjemahkanan di antara agama yang satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, dalam artikel sederhana ini, dengan mempertimbangkan beberapa tilikan dari kajian poskolonial, saya berupaya untuk mengapresiasi secara kritis sumbangsih teori kultural-linguistik Lindbeck bagi upaya menumbuhkembangkan dialog antaragama yang konstruktif, autentik, serta mendalam.Saya berupaya untuk menunjukkan bahwa teori kultural-linguistik Lindbeck, alih-alih menghadirkan jalan buntu bagi dialog antaragama, sejatinya justru membuka sebuah setapak yang, meski terjal, bukannya tidak mungkin ditempuh.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2016-04-28
How to Cite
ELLIARSO, Risang Anggoro. Bukan Jalan Buntu, Melainkan Setapak Terjal: Sebuah Apresiasi Kritis terhadap Sumbangsih Teori Kultural-Linguistik Lindbeck bagi Penumbuhkembangan Dialog Antaragama yang Autentik. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 97-114, apr. 2016. ISSN 2502-7751. Available at: <http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/213>. Date accessed: 15 aug. 2022. doi: https://doi.org/10.21460/gema.2016.11.213.

Keywords

George A. Lindbeck; teori kultural-linguistik; dialog antaragama; kajian poskolonial; hibridisasi; bilingualisme; multilingualisme