Identitas-Identitas Teologis Kristen Protestan Indonesia Pasca Orde Baru: Sebuah Pemetaan Awal

  • Julianus Mojau Faculty of Theology, Halmahera University

Abstract

Abstract



Protestant Christianity in Indonesia cannot be inconsistant with the general principle of Protestantism worldwide: sola scriptura. That is why biblical identity is one of the identity markers of Protestant Christians in Indonesia. Also, it is impossible to understand the identity of Protestant Christianity in Indonesia, apart from christology as a marker of the identity in appreciating the second general principle of Protestantism: sola gratia. The unity of God as the trinity has also become another marker of identity. In the past these three identity markers are often seen as distinctive identities to "deny" theological and soteriological truth claims of local religions and Islam. But the findings of this article show that the development of Protestant Christian theology in Indonesia after the New Order is more open to and dialogical with the theological and soteriological beliefs of local and Islamic religions. Although it must be admitted that in terms of trinitarian identity it still takes time to enter the dialogue with those religious traditions.


 


Abstrak



Kekristenan Protestan (di) Indonesia tidak mungkin dapat dilepaskan dari prinsip umum Protestantisme sedunia: sola scriptura. Itulah sebabnya identitas alkitabiah merupakan salah satu penanda identitas kalangan Kristen Protestan (di) Indonesia. Selain itu, kita tidak mungkin memahami identitas Kristen Protestan (di) Indonesia, tanpa memerhatikan secara sungguh-sungguh identitas kristologis sebagai penanda identitas kalangan Kristen Protestan (di) Indonesia dalam menghayati prinsip umum Protestantisme kedua, yaitu: sola gratia. Di samping itu ajaran tentang keesaan Allah yang bersifat trinitaris telah juga menjadi salah satu penanda identitas Kristen Protestan (di) Indonesia. Di masa lampau ketiga penanda identitas ini sering kali dipandang sebagai identitas pembeda untuk "menyangkal" kebenaran-kebenaran teologis dan soteriologis pada agama-agama lokal dan Islam. Tetapi, hasil penelitian penulis memperlihatkan bahwa perkembangan pemikiran teologis Kristen Protestan (di) Indonesia pasca Orde Baru semakin terbuka terhadap dan dialogis dengan keyakinan-keyakinan teologis dan soteriologis agama-agama lokal dan Islam. Sekalipun harus diakui bahwa dalam hal identitas trinitaris masih membutuhkan waktu untuk memasuki dialog dengan keyakinan teologis agama-agama lokal dan Islam.

Published
2017-10-30
How to Cite
MOJAU, Julianus. Identitas-Identitas Teologis Kristen Protestan Indonesia Pasca Orde Baru: Sebuah Pemetaan Awal. GEMA TEOLOGIKA, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 109-126, oct. 2017. ISSN 2502-7751. Available at: <http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/290>. Date accessed: 23 may 2018. doi: https://doi.org/10.21460/gema.2017.22.290.

Keywords

Biblical identity; Christological identity; Trinitarian identity; Protestant Christianity (in) Indonesia; relationships; dialogue; local religions; Islam; Al-Quran; Book of Life