Bom Surabaya 2018: Terorisme dan Kekerasan Atas Nama Agama

  • August Corneles Tamawiwy Universitas Kristen Duta Wacana

Abstract

Abstract
The socio-political analysis of the acts of terrorism has produced phrases such as “terrorism/terrorist has no religion”. Such expressions overlook ethical-theological approaches in analyzing the acts of terrorism. This article aims to show that without an ethical-theological analysis, the socio-political interpretation of acts of terrorism is inadequate because of very strong theological elements that influence the person or group of people committing such acts of terror. Studying the case of the Surabaya Bombing in May 2018, this article
demonstrates that socio-political ideology is not strong enough to make a person or group of people to carry out acts of terrorism unless they are based on theologically informed belief.


Abstrak
Analisa sosial-politis terhadap aksi terorisme berhasil melahirkan diksi seperti “terorisme/teroris tidak beragama”. Hal ini muncul karena adanya upaya untuk menyingkirkan analisa etis-teologis dalam menganalisis aksi tersebut. Tulisan ini hendak memperlihatkan bahwa tanpa pendekatan etis-teologis, analisa sosial-politis terhadap aksi terorisme belum memadai karena ada unsur-unsur teologis yang sangat kuat yang memengaruhi seseorang melakukan aksi tersebut. Dengan menganalisis kasus Bom Surabaya Mei 2018, tulisan ini hendak memperlihatkan bahwa ideologi sosial-politis tidaklah cukup kuat untuk membuat seseorang atau sekelompok orang melakukan aksi terorisme jika tanpa dilandasi oleh keyakinan-keyakinan yang diimajikan secara teologis.

Published
2019-10-16
How to Cite
TAMAWIWY, August Corneles. Bom Surabaya 2018: Terorisme dan Kekerasan Atas Nama Agama. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 175-194, oct. 2019. ISSN 2502-7751. Available at: <http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/443>. Date accessed: 14 nov. 2019. doi: https://doi.org/10.21460/gema.2019.42.443.