Memberi Diri Untuk Mengampuni Sebagai Sebuah Jalan Pertumbuhan Iman

  • Yosua Anggi Hermanto

Abstract

Dalam kehidupan setiap orang, tentu tidak akan pernah terlepas dari adanya suatu permasalahan atau konflik. Dimana permasalahan atau konflik tersebut, tidak jarang menimbulkan luka batin ataupun trauma tersendiri yang begitu menyakitkan. Dalam situasi semacam itu, umat Kristiani selalu dituntut untuk dapat mengampuni setiap orang yang menyakitinya atau bahkanyang menjadi musuhnya. Namun dengan keadaan batin yang terluka, seringkali membuat umat Kristiani menjadi sulit untukmengampuni. Dimana hal ini bertentangan dengan iman yang dengan tegas mengharuskan kita, untuk memberikan suatu pengampunan yang tak habis-habisnya. Oleh karena itu, dalam hal ini kita akan belajar memahami, bagaimana umat Kristiani dapat memberikan suatu pengampunan di tengah kondisi batin yang terluka.

Author Biography

Yosua Anggi Hermanto
Student of The Undergraduate Programme Faculty of Theology Duta Wacana Christian University
Published
2014-04-03
How to Cite
HERMANTO, Yosua Anggi. Memberi Diri Untuk Mengampuni Sebagai Sebuah Jalan Pertumbuhan Iman. Wacana Teologi, [S.l.], v. 6, n. 1, apr. 2014. ISSN 20870655. Available at: <http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/wacana/article/view/167>. Date accessed: 13 dec. 2018.

Keywords

Mengampuni; luka batin; perasaan; mengungkapkan; spiritualitas; pertumbuhan iman