Resensi Buku: The Political Unconscious: Narrative as a Socially Symbolic Act
DOI:
https://doi.org/10.21460/aradha.2026.61.1465Abstract
Fredric Jameson adalah seorang kritikus sastra Amerika, filsuf dan ahli teori politik Marxis. Ia dikenal karena analisisnya tentang tren budaya kontemporer, terutama analisisnya mengenai budaya posmodernitas dan kapitalisme. Sejumlah karya Jameson yang terkenal seperti: Postmodernism, The Cultural Logic of Late Capitalism dan Political Unconscious.
Adapun, ketertarikan ini tidak semata-mata tanpa dasar. Penelusuran ini memberikan informasi penting bagi pengembangan pendadaran pengetahuan akan studi kritik ideologi yang sedang digeluti penulis. Harapannya, melalui buku ini dapat menemukan lapisan-lapisan informasi mengenai ketidaksadaran politik:
- Menemukan idea-idea dan gagasan mengenai Ketidaksadaran Politik
- Menemukan titik-titik konektor/penghubung dan benang merah antara idea Ketidaksadaran Politik beririsan dengan gagasan Ideologi dan Kritik Ideologi
Jameson menaruh perhatian penuh pada idea dan gagasan Marxisme. Tak heran bila dalam bukunya berjudul The Political Unconscious, pemikiran Marxis banyak mewarnai karyanya ini. Meskipun, ia juga merujuk pendapat Hegelian pada beberapa segmen tertentu. Jika Hegel mengembangkan konsep Kritik dalam konteks filsafat idealismenya, sebaliknya Marx mengembangkan konsep ini dalam rangka materialismenya
Jameson mengawali tulisannya dengan menyatakan bahwa buku ini akan memfokuskan pembahasannya pada interpretasi politik dari teks sastra. Dengan memahami perspektif politik bukanlah sebagai suplemen metode, bukanlah sebuah optional atas interpretasi metode saat ini - psikoanalitis atau kritis mitos, gaya, etika, struktural – melainkan merupakan sebuah cakrawala atas semua bacaan dan segala penafsiran.


