“How if: Accessibility in Technology for Disability?” Menelisik Teologi Disabilitas dalam Teknologi Digital menurut Teori Stanley Hauerwas

Authors

  • Josephine Nauli Simanjuntak Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.21460/aradha.2026.62.1622

Keywords:

disability, technology, accessibility, Stanley Hauerwas, human values, ethical values, theology of disability, disabilitas, teknologi, aksesibilitas, nilai kemanusiaan, nilai etika, teologi disabilitas

Abstract

Abstract
Disability is a social construct that has evolved within society’s framework regarding sensitivity to differences and the application of normative standards in the continuity of social life. The context of disability is also a focus of attention in the field of theology. Several experts have discussed approaches to disability, including Rhoda Olkin in her essay “Could You Hold the Door for Me? Including Disability in Diversity,” Gerald McKenny, Ph.D., in his essay “Disability and the Christian Ethics of Solidarity,” and Tabita Kartika Christiani in her essay “Theology
of Disability.” The approaches presented demonstrate a dynamic and significant shift—the evolution of thought that incorporates the rights of people with disabilities. This is evidenced by the involvement of people with disabilities in the use of technology and digitalization. One example of digitalization in the context of disability is the use of accessibility features on digital devices. To date, many digital devices—such as smartphones, tablets, laptops, and many others—offer accessibility features to facilitate use by people with disabilities. This paper will examine Stanley Hauerwas’s theory to explore the theology of disability in the digital context. In the text compiled by Swinton, Hauerwas identifies two values that play a crucial role in relating to and communicating with the context of disability and people with disabilities: human dignity and ethics. These two values are grounded in the awareness that a Christ centered community draws upon human dignity and ethics to understand shared needs and appreciate all of God’s creation.

Abstrak
Disabilitas merupakan hasil olah pemikiran masyarakat yang dikembangkan dalam konstruksi masyarakat mengenai kepekaan terhadap perbedaan dan penerapan hal normatif dalam keberlangsungan hidup bermasyarakat. Konteks disabilitas turut menjadi perhatian dalam dunia berteologi. Beberapa ahli yang memaparkan mengenai pendekatan-pendekatan disabilitas, antara lain, yaitu; Rhoda Olkin dalam tulisan “Could You Hold the Door for Me? Including Disability in Diversity”, Gerald McKenny Ph. D dalam tulisan “Disability and the Christian Ethics of Solidarity”, serta Tabita Kartika Christiani dalam tulisan “Teologi Disabilitas”. Pendekatan-pendekatan yang telah dipaparkan menunjukkan pergerakan yang dinamis dan signifikan; adanya perkembangan pemikiran yang melibatkan hak dari penyandang disabilitas. Hal ini dibuktikan melalui keterlibatan penyandang disabilitas dalam penggunaan teknologi dan olah digitalisasi. Salah satu contoh digitalisasi pada konteks disabilitas adalah penggunaan aksesibilitas pada perangkat digital. Hingga saat ini banyak perangkat digital, seperti gawai, tablet, laptop, dan banyak hal lainnya, yang menyediakan aksesibilitas guna memberikan kemudahan bagi pengguna penyandang disabilitas. Tulisan ini akan mengkaji teori Stanley
Hauerwas untuk menelisik teologi disabilitas pada konteks digital. Dalam tulisannya yang disusun oleh Swinton, Hauerwas memberikan dua nilai yang sangat berperan penting dalam rangka berelasi dan berkomunikasi dengan konteks disabilitas dan penyandang disabilitas, yaitu; nilai kemanusiaan dan nilai etika. Kedua nilai ini didasarkan pada kesadaran bahwa komunitas yang berbasis Kristus memanfaatkan nilai kemanusiaan dan nilai etika agar dapat memahami kebutuhan bersama dan menghargai seluruh karya Allah.

Downloads

Published

2026-08-31