Sebuah Pembacaan Lintas Tekstual Komunitarian antara Teks Kejadian 37:1-36 dan Qs 12 (Surah Yusuf) 1-22 oleh Komunitas Kristen dan Ahmadiyah Yogyakarta

Authors

  • MICHEL TANDE Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta
  • ROSNANI BUTAR BUTAR Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta
  • GUSTI AYU KETUT LINTANG INDAH ESTERLITA Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
  • DANIEL IVALDA SIJABAT Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.21460/aradha.2026.62.1644

Keywords:

communitarian cross-textual reading, human trafficking, Genesis 37, QS 12 (Surah Yusuf), peace, interfaith dialogue, pembacaan lintas tekstual komunitarian, perdagangan manusia, Kejadian 37, QS 12 (Surah Yusuf), perdamaian, dialog antariman

Abstract

Abstract

This study examines a communitarian cross-textual reading between Genesis 37:1–36 and Qur’an 12 (Surah Yusuf):1–22 through a dialogue between a Christian community, represented by Master of Philosophy students at Duta Wacana Christian University, and the Ahmadiyya community in Yogyakarta. Departing from the context of Indonesia’s religious plurality, which is often marked by prejudice and interfaith tension, this study employs a communitarian cross-textual hermeneutical approach to construct a dialogical, interactive, and transformative space of interpretation. This method positions communities as interpreting subjects who read both texts repeatedly by attending to their similarities, differences, and resonances of meaning. The dialogical process reveals that both texts share similar narrative motifs, namely family conflict rooted in jealousy and culminating in acts of violence through exclusion and human trafficking. The narrative and theological differences between the two texts are not eliminated, but are instead engaged as sources of hermeneutical enrichment. The findings of this study show that cross-textual dialogue can generate a collective ethical awareness relevant to contemporary contexts, particularly in responding to the issue of human trafficking as a modern form of dehumanization. Thus, communitarian cross-textual reading functions not only as a method of contextual biblical hermeneutics, but also as a theological praxis that promotes solidarity, justice, and social transformation. 

Abstrak

Penelitian ini mengkaji pembacaan lintas tekstual komunitarian antara Kejadian 37:1-36 dan QS 12 (surah Yusuf):1-22 melalui dialog antara komunitas Kristen (mahasiswa Mfil UKDW) dan komunitas Ahmadiyah di Yogyakarta. Berangkat dari konteks pluralitas religius Indonesia yang kerap diwarnai prasangka dan ketegangan antariman, studi ini menggunakan pendekatan hermeneutik lintas-tekstual komunitarian untuk membangun ruang tafsir yang dialogis, interaktif, dan transformatif. Metode ini menempatkan komunitas sebagai subjek penafsir yang membaca kedua teks secara berulang dengan memperhatikan kesamaan, perbedaan, serta resonansi makna di antara keduanya.  Proses dialog  menunjukkan bahwa kedua teks memiliki motif naratif yang serupa, yakni konflik keluarga yang berakar pada kecemburuan dan berujung pada tindakan kekerasan berupa penyingkiran dan perdagangan manusia. Adapun perbedaan naratif dan teologis tidak dieliminasi, melainkan diolah sebagai sumber pengayaan hermeneutik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dialog lintas teks mampu menghasilkan kesadaran etis kolektif yang relevan dengan konteks kontemporer, khususnya dalam merespons isu perdagangan manusia yang merupakan bentuk dehumanisasi modern. Dengan demikian, pembacaan lintas-tekstual komunitarian tidak hanya berfungsi sebagai salah satu metode hermeneutik Alkitab kontekstual, tetapi juga sebagai praksis teologis yang mendorong solidaritas, keadilan, dan transformasi sosial.

                                                          

Author Biographies

  • MICHEL TANDE, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta

    Mahasiswa Program Studi Magister Filsafat Keilahian, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.

  • ROSNANI BUTAR BUTAR, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta

    Mahasiswa Program Studi Magister Filsafat Keilahian, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.

  • GUSTI AYU KETUT LINTANG INDAH ESTERLITA, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

    Mahasiswa Program Studi Magister Filsafat Keilahian, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.

  • DANIEL IVALDA SIJABAT, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta

    Mahasiswa Program Studi Magister Filsafat Keilahian, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.

Downloads

Published

2026-08-31