Pendidikan Kristiani Berbasis Relasi Dan Percakapan: Upaya Merespons Fenomena Kesepian Generasi Z di Era Digital

Authors

  • Yoel Ang Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.21460/aradha.2026.62.1648

Keywords:

Christian education, conversation, generation Z, loneliness, relational-incarnational, pendidikan kristiani, generasi Z, kesepian, relasional-inkarnasional, percakapan

Abstract

Abstract
This paper discusses the development of a Christian education model grounded in relationships and conversation as a response to the phenomenon of loneliness among Generation Z in the digital era. The study examines how relational and conversational approaches can be contextually applied amidst the digitalization that shapes Generation Z’s interaction patterns. The research outlines Andrew Root’s theory of relational-incarnational ministry and Sherry Turkle’s insights regarding the importance of face-to-face conversation. Together, these
perspectives provide a conceptual framework for understanding the loneliness experienced by Generation Z and the vital role of relationships and conversation as the foundation of Christian education in addressing this issue. This study employs a qualitative method with a phenomenological approach, utilizing data gathered through a literature review. The findings affirm that Christian education must prioritize relational-incarnational youth ministry and face-to-face conversation to restore empathy, foster authentic identity, and create relational
communities capable of overcoming loneliness among Generation Z.

Abstrak
Makalah ini membahas pengembangan model pendidikan Kristiani berbasis relasi dan percakapan sebagai respons atas fenomena kesepian pada Generasi Z di era digital. Kajian ini berangkat dari persoalan bagaimana pendekatan relasi dan percakapan dapat diterapkan secara kontekstual dalam arus digitalisasi yang membentuk pola interaksi Generasi Z. Penelitian ini mengelaborasi teori pelayanan relasional-inkarnasional dari Andrew Root dan gagasan Sherry Turkle tentang pentingnya percakapan tatap muka. Keduanya memberi kerangka konseptual untuk memahami kesepian Generasi Z, serta pentingnya relasi dan percakapan sebagai fondasi pendidikan Kristiani dalam menanggulangi kesepian pada Generasi Z. Metode yang digunakan
adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil pembahasan menegaskan bahwa pendidikan Kristiani perlu memprioritaskan pelayanan kaum muda berbasis relasional-inkarnasional dan percakapan tatap muka guna memulihkan empati, membangun identitas autentik, serta menciptakan komunitas relasional yang dapat menanggulangi kesepian pada Generasi Z.

Downloads

Published

2026-08-31