Eko-Spiritualitas Trinitaris: Sebuah Upaya Membangun Spiritualitas Lingkungan terhadap Krisis Lingkungan (Reklamasi Pantai) di Manado

  • Ryan Danny Dalihade Universitas Kristen Duta Wacana

Abstract

Abstract
The environmental crisis has always been an endless issue to discuss. Especially in reality, the ecological crisis is already on an alarming level. One of the ecological crises is the beach reclamation that occurred in Manado. Beach reclamation causes damage to marine ecosystems, for example, the destruction of coral reefs on the coastal area. In addition, it also caused flash floods in Manado. The society in Manado then begins to blame nature without wanting to examine it first. The question that arises is why does exploitation of nature, such as beach reclamation, continue to occur? My guess is that there was a theological crisis which later led to an ecological crisis. The theological crisis is related to the concept that God is understood to be distanced from creation. This is exactly what William Johnston and Leonardo Boff, a philosopher and liberation theologian, conducted through the theory of the Communion of God. This concerns the wrong understanding of the trinity of God and assumes that there is power over the others, so what occurs is oppression, deprivation of rights, and exclusion. For this reason, using the theories of Boff and Johnston, we will both see in this paper how the Minahasa trinitarian faith is connected with the concept of the Minahasan God of the ecological crisis, in this case coastal reclamation. However, if we trace back, the relationship between Minahasan and the nature was relatively close. This is based on the concept of a Trinitarian of God whose duty is to protect humans and nature. For this reason, I hope that the results of this paper will be able to build a trinitarian eco-spirituality in the lives of people in Manado to continue to strive to preserve nature, not to damage it. 


Abstrak
Krisis lingkungan (ekologi) selalu menjadi isu yang tidak pernah habis untuk didiskusikan karena krisis ekologi sudah dalam taraf yang memprihatinkan. Salah satu krisis ekologi yaitu reklamasi pantai yang terjadi di Manado. Reklamasi pantai menyebabkan rusaknya ekosistem laut, misalnya, hancurnya terumbu karang yang ada di pesisir pantai. Selain itu, reklamasi pantai menyebabkan terjadinya banjir bandang di Manado. Masyarakat mulai menyalahkan alam tanpa mau mengkajinya terlebih dahulu. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa exploitasi terhadap alam, misalnya reklamasi pantai, masih terus terjadi? Dugaan penulis bahwa terdapat krisis teologi yang kemudian menyebabkan krisis ekologi. Krisis teologi yang dimaksudkan yaitu konsep bahwa Allah yang dipahami berjarak dari ciptaan. Krisis teologi tersebut senada dengan apa yang dikeluhkan oleh William Johnston dan Leonardo Boff, seorang filsuf dan teolog pembebasan melalui teorinya communion of God. Hal tersebut terkait dengan paham yang keliru tentang ketritunggalan Allah dan menganggap bahwa ada yang berkuasa terhadap yang lain, sehingga yang terjadi adalah penindasan, perampasan hak, penyingkiran, dan lain-lain. Untuk itu, dengan menggunakan teori Boff dan Johnston, penulis akan melihat bagaimana penghayatan iman trinitaris orang Minahasa yang dihubungkan dengan konsep Allah orang Minahasa terhadap krisis ekologi dalam hal ini reklamasi pantai. Karena jika merunut ke belakang, hubungan orang Minahasa dulu dengan alam tergolong akrab. Hal ini didasari pada konsep tentang Allah trinitaris yang bertugas untuk menjaga manusia dan alam. Untuk itu penulis berharap hasil yang ditemukan dapat membangun eko-spiritualitas trinitaris di dalam kehidupan masyarakat di Manado untuk terus berupaya menjaga dan memelihara alam, bukan merusak.

Published
2021-08-31
How to Cite
DALIHADE, Ryan Danny. Eko-Spiritualitas Trinitaris: Sebuah Upaya Membangun Spiritualitas Lingkungan terhadap Krisis Lingkungan (Reklamasi Pantai) di Manado. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 199-216, aug. 2021. ISSN 2776-9208. Available at: <https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/625>. Date accessed: 21 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.21460/aradha.2021.12.625.