Gembala bagi Semua Domba: Memaknai Domba dari Kandang yang Lain dalam Yohanes 10:16 dalam Upaya Merangkul “Sang Liyan”

  • Adhika Tri Subowo Universitas Kristen Duta Wacana

Abstract

Abstract
Living a amid of diversity is not always easy. Sometimes the temptation to be exclusive occurs, to think of ourselves as better and right while others are wrong. As a result the other groups were excluded. Through the effort to interpret the sheep from another cage as contained in John 10:16 we will see that it turns out the Shepherd takes care of all the sheep, including sheep from another cage. To elaborate on this theme, the author will begin by describing the meaning of the shepherd’s metaphor and then raising the reinterpretation of John 10:16 so that the text can be used as a basis to embrace ‘the other’.


Abstrak
Menjalani kehidupan ditengah keberagaman tidak selalu mudah. Terkadang godaan untuk menjadi ekslusif terjadi, mengganggap diri kita lebih baik dan benar sedangkan yang lain salah. Alhasil kelompok yang lain tersisih dan bahkan disisihkan. Melalui upaya memaknai domba dari kandang yang lain sebagaimana terdapat dalam Yohanes 10:16 kita akan melihat bahwa ternyata Sang Gembala memelihara semua domba, termasuk domba dari kandang yang lain. Untuk mengelaborasi tema ini, penulis akan memulai dengan menjabarkan makna dari metafor gembala dan kemudian mengangkat reinterpretasi terhadap Yohanes 10:16 sehingga
teks dapat dijadikan dasar dalam upaya merangkul ‘sang liyan’.

Published
2021-08-31
How to Cite
SUBOWO, Adhika Tri. Gembala bagi Semua Domba: Memaknai Domba dari Kandang yang Lain dalam Yohanes 10:16 dalam Upaya Merangkul “Sang Liyan”. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 165-180, aug. 2021. ISSN 2776-9208. Available at: <https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/651>. Date accessed: 21 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.21460/aradha.2021.12.651.