Mendidik Generasi Z Gereja: Peran Media Sosial di Tengah Bahaya Always-On Attention Deficit Disorder

  • Susanna Erika Sintauli Universitas Kristen Duta Wacana

Abstract

Abstract
Generation Z, presumbably has a very big influence in the world, and also lives in the use of internet. Churches are facing opposite and side by side with this generation need to do shifting-ups with the use of the internet in Christian education, one of which is through social media. However, it cannot be denied that social media also has an impact that needs to be examined, one of which is the danger of Always-On Attenton Deficit Disorder. Information and relations can instantly be transformed into distractions. Therefore, incarnational Christian education can be an important thing to pay attenton to. The incarnational educator will not refuse to enter into the world that Generation Z lives in, but rather create and seek opportunities for face-toface connections but also pay attenton to virtual meeting. Incarnational educators will enter
social media, but do not fall into the dangers of distraction, but rather influence the exemplary life of Jesus who embraces those who are forgo􀆩 en. This is done by presenting relevant faith formation to generation Z. Some important things become guide for educators summarized in several terms, namely Double Content, Share and Comment and Log in-Log out.


Abstrak
Generasi Z yang terbilang memiliki pengaruh sangat besar di dunia, dan juga hidup dalam penggunaan internet. Gereja yang hadir berhadapan dan berdampingan dengan generasi ini perlu melakukan shift ing-up dalam hal penggunaan internet khususnya di bidang pendidikan Kristen, salah satunya adalah melalui media sosial. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial pun memberi dampak yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah bahaya Always-On Attention Deficit Disorder. Informasi dan relasi dapat sekejap bertransformasi menjadi distraksi. Maka dari itu, pendidikan Kristen yang inkarnasional dapat menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Pendidik yang inkarnasional tidak akan menolak masuk ke dalam dunia yang generasi Z hidupi, melainkan mencipta dan mencari kesempatan untuk koneksi tatap muka namun juga memperhatikan perjumpaan virtual. Pendidik yang inkarnasional akan masuk ke media sosial, namun tidak terjerembab ke dalam bahaya distraksi, melainkan memberikan pengaruh teladan hidup Yesus yang merangkul mereka yang terlupakan. Hal ini dilakukan salah satunya dengan menghadirkan pembentukan iman yang relevan kepada generasi Z. Beberapa hal penting yang dapat menjadi pegangan pendidik terangkum dalam beberapa istilah, yakni Double Content, Share and Comment, dan Log in-Log out.

Published
2021-08-31
How to Cite
SINTAULI, Susanna Erika. Mendidik Generasi Z Gereja: Peran Media Sosial di Tengah Bahaya Always-On Attention Deficit Disorder. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 107-124, aug. 2021. ISSN 2776-9208. Available at: <https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/701>. Date accessed: 21 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.21460/aradha.2021.12.701.