Realitas adalah Berjejaring: Jejaring Allah, Manusia, dan Non-Manusia Melalui Perspektif ANT Latourian pada Sains dan Teologi

  • Sukarno Sukarno UKDW

Abstract

Abstract
The Covid-19 pandemic and its impact through a phenomenological approach have revealed human and non-human networks. The ANT Latourian perspective associates human and non-human networks. The non-human network is revealed in the sub-atomic particle network in the EPR Effect according to science, and the non-human network is also revealed in the Father, Son and Holy Spirit network in the Trinitarian God according to theology. God and sub-atomic particles are non-human, but God is the Creator and sub-atomic particles are creation. God is distinguished from sub-atomic particles. The ANT Latourian perspective reveals the network of
God, human and non-human. The network of God, human and non-human reveals that reality is a network.


Abstrak
Pandemi Covid-19 dan dampaknya melalui pendekatan fenomenologis telah mengungkapkan jejaring manusia dan nonmanusia. Perspektif ANT Latourian mengasosiasikan jejaring manusia dan nonmanusia. Jejaring non-manusia terungkap pada jejaring partikel-partikel subatomik di dalam EPR Effect menurut sains, dan jejaring nonmanusia juga terungkap pada jejaring Bapa, Putra dan Roh Kudus di dalam Allah Trinitarian menurut teologi. Allah dan partikel subatomik merupakan nonmanusia, namun Allah adalah Pencipta dan partikel subatomik adalah ciptaan. Allah dibedakan dengan partikel subatomik. Perspektif ANT Latourian mengungkap jejaring Allah, manusia dan nonmanusia. Jejaring Allah, manusia dan nonmanusia mengungkapkan
realitas adalah berjejaring.

Published
2022-04-30
How to Cite
SUKARNO, Sukarno. Realitas adalah Berjejaring: Jejaring Allah, Manusia, dan Non-Manusia Melalui Perspektif ANT Latourian pada Sains dan Teologi. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 37-55, apr. 2022. ISSN 2776-9208. Available at: <https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/845>. Date accessed: 27 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.21460/aradha.2022.21.845.