Hormatilah Istrimu: Sebuah Penafsiran Terhadap 1 Petrus 3:7

  • Raharja Sembiring Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta
  • Rut Debora Butarbutar Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Abstract

Abstract
1 Peter 3:1–7 is a dilemmatic text. The word hupotassō or ‘subject to’ in this passage is often used to justify female subordination.This article uses the identity of 1 Peter’s addressee, paroikos kai parepidēmos, as a hermeutical framework to get new ideas on the meaning of relations between men and women. The existence of verse 7 in haustafeln’s advice of 1 Peter 3:1–7 indicates that the spirit of equality has been echoed by the author in the Greco-Roman patriarchal society. A husband who was already a believer is a potential point for constructing gender equality and, at the same time, protecting women in a patriarchal cultural circle.


Abstrak
Teks 1 Petrus 3:1–7 merupakan teks yang dilematis. Kata hupotassō atau ‘tunduk’ dalam perikop ini sering digunakan sebagai pembenaran bagi subordinasi perempuan. Tulisan ini menggunakan identitas penerima surat 1 Petrus, paroikos kai parepidēmos, sebagai hermeneutical framework atau bingkai kerja penafsiran untuk mendapatkan gagasan baru atas makna relasi laki-laki dan perempuan. Keberadaan ayat 7 dalam nasihat haustafeln 1 Petrus 3:1–7 menandakan bahwa jiwa kesetaraan sudah mulai didengungkan oleh pengarang dalam masyarakat patriarki Yunani-Romawi. Suami yang sudah percaya adalah celah yang potensial untuk membumikan kesetaraan jender dan sekaligus melindungi perempuan dalam lingkaran budaya patriarki.

Published
2021-10-22
How to Cite
SEMBIRING, Raharja; BUTARBUTAR, Rut Debora. Hormatilah Istrimu: Sebuah Penafsiran Terhadap 1 Petrus 3:7. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, [S.l.], v. 6, n. 2, p. 233-248, oct. 2021. ISSN 2502-7751. Available at: <https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/621>. Date accessed: 09 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.21460/gema.2021.62.621.