Penyataan Diri Allah di Tengah Kerapuhan Dunia: Pesan Teologis tentang Inkarnasi Allah dalam Tradisi Teologis Yohanes

  • Simon Rachmadi Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Abstract

Abstract
This article describes a theological idea about the presence of God among God’s people. The presence of God takes the form of becoming “flesh” (incarnation), as depicted by the Johannine tradition in the Gospel of John, the First Letter of John, and the Book of Revelation. By becoming “flesh” God wholly participates in the vulnerability and precariousness of the human “flesh”: pointing to the very nature of humanity. This article
locates the divine incarnation within the daily life of human beings in the “flesh”. Using the method of simple Bible reading, with a limited theoretical approach, this article suggests a hermeneutical message of the Johannine tradition. Since the Word has become “flesh,” the divine realm could always be found in the vulnerability of the world. As a result, despite
suff ering (theodicy) remains a mystery, the experience of vulnerability — through critical, persistent, and grateful faith — is potentially worthy of accommodating the divine presence.


Abstrak
Artikel ini mendeskripsikan suatu visi teologis tentang Allah yang setia menyertai umat-Nya. Kesetiaan menyertai umat-Nya itu terwujud dengan cara men-“daging” (berinkarnasi), sebagaimana terlukis di dalam tradisi Rasul Yohanes: yaitu di dalam Injil Yohanes, Surat 1 Yohanes, dan Kitab Wahyu. Cara men-“daging” itu membuat Allah senantiasa terlibat dalam aspek-aspek kerapuhan dan kehinaan kodrati “daging” manusia. Pertanyaannya, di manakah keterlibatan ilahi itu ditemukan di dalam realitas insani sehari-hari yang selalu bersalutkan aneka kerapuhan kodrati? Dengan metode pembacaan Alkitab sederhana,
dengan pendekatan teoretis tafsir yang terbatas, artikel ini berusaha mendekati pertanyaan tersebut dengan memeriksa pesan hermeneutis dari tradisi Yohanes. Karena Sang Sabda menjadi “daging”, maka Allah bersemayam di dalam kerapuhan dunia. Akibatnya, meskipun misteri penderitaan (theodicy) tidak akan pernah dapat dijelaskan oleh manusia secara lengkap, pengalaman derita itu — via iman yang kritis, tabah, dan penuh syukur — selalu berpeluang untuk diolah menjadi wadah perjumpaan ilahi.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2022-04-29
How to Cite
RACHMADI, Simon. Penyataan Diri Allah di Tengah Kerapuhan Dunia: Pesan Teologis tentang Inkarnasi Allah dalam Tradisi Teologis Yohanes. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 123-138, apr. 2022. ISSN 2502-7751. Available at: <https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/790>. Date accessed: 27 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.21460/gema.2022.71.790.