Anugerah yang Meresahkan: Menggumuli Teks-Teks Kekerasan di Perjanjian Lama

  • Tony Wiyaret Fangidae Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Abstract

Abstract
Old Testament readers tend to deselect or discredit texts that contain violent connotation. This creates a bad impression of the Old Testament. This article attempts to overcome the polemics about such texts within the Old Testament by offering a new theology of grace. The construction of grace is grounded on texts concerning love, justice, peace, and other words of positive values. As a conclusion, this article suggests violent-connotated texts as an unsettling grace.


Abstrak
Teks-teks yang berbicara tentang kekerasan dalam Perjanjian Lama cenderung disisihkan atau diabaikan oleh pembaca. Hal itu memberi kesan buruk tentang Perjanjian Lama. Tulisan ini mencoba mencari solusi atas polemik teks-teks kekerasan di dalam Perjanjian Lama dengan menawarkan teologi anugerah yang baru. Konstruksi anugerah dilandasi oleh teks-teks yang berbicara tentang kasih, keadilan, kedamaian, dan kata-kata bernilai positif lainnya. Tulisan ini ditutup dengan mengonstruksi teks-teks kekerasan sebagai anugerah yang meresahkan. 

Published
2021-10-22
How to Cite
FANGIDAE, Tony Wiyaret. Anugerah yang Meresahkan: Menggumuli Teks-Teks Kekerasan di Perjanjian Lama. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, [S.l.], v. 6, n. 2, p. 161-178, oct. 2021. ISSN 2502-7751. Available at: <https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/547>. Date accessed: 09 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.21460/gema.2021.62.547.