"U Puna Maisi'a Yari Maisi'a": Kajian Teologi Kontekstual Terkait Pandangan Orang Maneo di Seram Utara tentang Tanah dan Hutan bagi Kemanusiaan Mereka

  • Hendrik Jondri Paays Universitas Kristen Indonesia Maluku
  • Steve G. Ch. Gaspersz Universitas Kristen Indonesia Maluku
  • Henky H. Hetharia Universitas Kristen Indonesia Maluku

Abstract

Abstract
This article examines the perspective of the Maneo community on land and forest as identity. Based on an oral tradition, the Maneo people understand land and forest as medium for meeting Lahatala (the supreme god, the creator, the sacred) and their ancestors to interconnect with other creations. The destruction and control of the land of the Maneo people not only destroy their lives and future but also harm their cultural and
religious identities. Using a qualitative research method, this article studies Maneo people’s views on land and forests in relation to their existence and identity. Through the presentation of Maneo’s perspective on U’puna maisi’a yari maisi’a as an entry point, this study explores the realities of land tenure and forest destruction in Maneo, and the way the
church responds to the situation. As a conclusion, this article offers a contextual theology about humanizing humans in the concept of Maneo society.


Abstrak
Tulisan ini hendak menggali perspektif orang Maneo tentang tanah dan hutan sebagai identitas dirinya. Memegang teguh prinsip kultural (turun temurun dari) yang diturun-alihkan leluhur, orang Maneo memahami tanah dan hutan sebagai medium perjumpaan dengan Lahatala (Tuhan Pencipta, yang sakral) dan leluhur, serta sebagai cara berelasi dengan sesamanya dan ciptaan lainnya. Penulis menandaskan, penghancuran dan penguasan lahan tidak saja menjadi kekelaman masa depan orang Maneo, melainkan juga
meluluhlantahkan identitas kultural dan religi mereka. Melalui metode pendekatan kualitatif, tulisan ini hendak menggali pandangan orang Maneo tentang tanah dan hutan bagi eksistensi dan identitas mereka. Pertama-tama, penulis memperlihatkan perspektif orang Maneo tentang U’puna maisi’a yari maisi’a. Hal itu menjadi pintu masuk untuk mendalami realitas gempuran penguasaan tanah dan pengrusakan hutan yang marak terjadi di Maneo. Lantas, bagaimana gereja memaknai fenomena tersebut. Akhirnya, tulisan ini diakhiri dengan tawaran teologi kontekstual tentang memanusiakan manusia dalam konsep orang Maneo.

Published
2022-04-28
How to Cite
PAAYS, Hendrik Jondri; GASPERSZ, Steve G. Ch.; HETHARIA, Henky H.. "U Puna Maisi'a Yari Maisi'a": Kajian Teologi Kontekstual Terkait Pandangan Orang Maneo di Seram Utara tentang Tanah dan Hutan bagi Kemanusiaan Mereka. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 1-18, apr. 2022. ISSN 2502-7751. Available at: <https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/700>. Date accessed: 17 may 2022. doi: https://doi.org/10.21460/gema.2022.71.700.