Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry

Authors

DOI:

https://doi.org/10.21460/gema.2026.111.1551

Abstract

Pemberdayaan atau pembangunan jemaat dan teologi praktis merupakan salah satu bidang teologi. Sejauh yang peresensi ketahui di Indonesia, kita dapat menelusuri buku bertema pemberdayaan atau pembangunan jemaat berupa Johanes Calvin: Pembangunan Jemaat Tata Gereja dan Jabatan Gerejani (Abineno 1992), Batu-Batu yang Hidup: Pengantar ke dalam Pembangunan Jemaat (Hooijdonk 1996), 6 Tempayan Air: Pokok-Pokok Pembangunan Jemaat (Kessel 1997), Paroki 2000: Bahan Studi Pembangunan Jemaat (Hartono 2000), Jemaat Vital & Menarik: Membangun Jemaat dengan Menggunakan Metode Lima Factor (Henriks 2002), Tiga Dimensi Keesaan dalam Pembangunan Jemaat (Sutanto 2008), Menggerakkan Jemaat: Pemuridan menurut Injil Markus (Firmanto 2010), Kemitraan yang Setara: Upaya untuk Menata Hubungan antara Penatua-Diaken dan Warga Jemaat dalam Rangka Pembangunan Jemaat (Hutauruk 2017), Pembangunan Jemaat Intergenerasional (Prasetya et al. 2022). Kemudian, buku bertema teologi praktis berupa Teologi Praktis: Pastoral dalam Era Modernitas-Postmodernitas (Heitink 1999), Definisi Theologi Praktis Kristen Sesuai Kerabian Yesus Dan Payung Bagi Pendidikan Kristiani (Simatupang 2015), Wacana Deradikalisasi dalam Surat Kabar dan Kajian Teologi Praktis (Wowor and Yudhita 2019). Kemudian, buku bertema integrasi pemberdayaan atau pembangunan jemaat dan teologi praktis berupa Menguak Fakta, Menata Karya Nyata: Sumbangan Teologi Praktis dalam Pencarian Model Pembangunan Jemaat Kontekstual (Kooij, Patnaningsih, and A. 2007). Dari sini, kita dapat mengetahui bahwa buku yang membahas pemberdayaan atau pembangunan jemaat dan teologi praktis sudah kaya. Namun, integrasi keduanya masih langka.

Downloads

Published

30-04-2026

Most read articles by the same author(s)